Langsung ke konten utama

15 Juni 2018 : Eid Al-Fitr

Welcome Home, Medan…
Dibesarkan di Kota Medan, secara geografis wilayah Utara kota ini berbatasan dengan Selat Malaka sehingga menjadikan kota Medan sebagai kota perdagangan, industry dan bisnis yang penting di Indonesia. Kota Medan merupakan kota terbesar ketiga setelah di Indonesia setelah Jakarta dan Surabaya dan merupakan kota terbesar di luar pulau Jawa.
Panasnya begitu tiba pada tanggal 14 Juni 2018 mencapai 33 derajat Celcius..Lumayan berkeringat juga badan ini. Mungkin bagian dari tantangan orang berpuasa dengan suhu cuaca yang lumayan tinggi.
Hmmm..Waktu gak terasa sudah hampir Maghrib, Hidangan Berbuka pun sudah tersedia di Meja ala Masakan Chef terhebat. Mamakku..
Nikmatnya menjalankan ibadah puasa selama satu bulan Ramadhan, menjadikan hati tenang di kala mendengar kumandang gema takbir “Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar, Walillahilham”. Suara petasan di Jalanan memeriahkan malam lebaran ini. Chat yang masuk melalui media Sosial Whatsapp, Instagram, Facebook, Line dan SMS lumayan banyak dengan kalimat yang boleh dibilang hampir sama “Saya dan keluarga mengucapkan Minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin”.

Saatnya berhari Raya Idul Fitri
Subuh telah tiba. Ya.. Sesuai dengan Penetapan Pemerintah berdasarkan Sidang Isbat ditetapkan bahwa 1 Syawal jatuh pada hari Jumat tanggal 15 Juni 2018. Mesjid Jamik M. Jayak menjadi Mesjid dilakukannya sholat Idul Fitri bareng Orangtua dari Jaman kecil dulu. Mulai berkurang jamaah yang melaksanakan sholat ied di Mesjid ini. Ya mungkin pada mudik ke daerah lain atau melaksanakan sholat di Mesjid atau Musholla lain karena sudah mulai banyak didirikan tempat ibadah di wilayah sekitar.
Raut wajah para jamaah terlihat bahagia dengan senyum tulus setelah selesai sholat ied dengan penutupan dari takmir masjid perihal pertanggungjawaban laporan keuangan mesjid dan panitia Zakat fitrah.
Dilanjutkan dengan tradisi Bermaaf-maafan di rumah antara Orangtua dan Anak. Momen lebaran merupakan momen yang tepat untuk mempererat tali silaturahmi dengan menyambangi rumah ke rumah, duduk bercengkrama meninggalkan tingkah laku yang kurang mengenakkan dengan jiran tetangga dan sanak saudara.
Bulan Ramadhan menjadi bulan melatih diri dan membangun habit (kebiasaan) yang lebih baik lagi. Selama sebulan penuh, waktu kita gunakan untuk beribadah. Mulai dari tadarus Al-Qur’an, Sholat Tarawih, Sholat Qiyamul Lail dan Melaksanakan iktikaf pada 10 malam terakhir Bulan Ramadhan. Begitu mudah orang-orang menjaga emosinya karena melaksanakan Puasa. Apakah kebiasaan baik itu akan ditinggalkan begitu saja ? Semoga setiap bulan ibadah yang kita laksanakan meningkat.

21 Juni 2018
Tak terasa sudah lebaran ke 7 atau 7 Syawal 1939 H, tepatnya tanggal 21 Juni 2018 yang, mengingat semua instansi dan kantor-kantor sudah memulai aktivitas operasionalnya.  
Sedih dan bahagia menjadi satu, sedih dikala meninggalkan bulan Ramadhan yang penuh berkah dan bahagia merasakan kebersamaan di momen hari raya idul fitri ini. Kembali memulai aktivitas seperti biasanya, bukan berarti kembali dengan kebiasaan yang lama tetapi dengan habit dan semangat baru.

You are what you think..
Apa yang kita pikirkan dan kita yakini, itulah yang akan terjadi. Sebulan penuh, merupakan merupakan waktu yang cukup untuk membangun habit atau kebiasaan, tentunya kebiasaan yang baik untuk menjadikan diri kita menjadi lebih baik lagi.
Kuncinya adalah latihan, latihan dan latihan Cuma itu dan setelah itu lakukan pengulangan (repetisi) baik terpaksa atau tidak. Inilah yang akan membentuk habit baru.

Semoga menjadikan diri ini menjadi lebih baik dan aktivitas harian yang kita lakukan menjadi ibadah dan Berkah. Aaminn..
Sukses Buat Kita Semua

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goal Karir : Politik kantor dan Kinerja kantor. Tidak ada salahnya Belajar Berpolitik Kantor

Boy : “Assalamu’alaikum bro. Kau mau ngapain setelah selesai kuliahmu ? Sebentar lagi kau itu wisuda dan harus mulai memikirkan masa depanmu “ Bro :“Wa alaikum salam, iya boy. Nggak jelas juga aku mau ngapain setelah selesai kuliah ini. Yang jelas aku mau berkarir dan bekerja di Perusahaan” Boy : Bah nggak jelas juga kau punya tujuan karir hahaha tapi ya udahlah itu pilihan hidupmu   Percakapan kedua anak muda diatas memang percakapan sederhana kedua Kawan akrab tapi ternyata bisa jadi mencerminkan bahwa masih ada anak – anak muda yang nggak punya goal karir. Iseng – iseng search di Google, apa itu Karir ??? hasil searchnya bahwa Karir itu adalah Perkembangan, kemajuan, dan rangkaian pekerjaan jabatan yang dicapai seseorang dalam kurun waktu tertentu, seiring berjalan dengan peningkatan keahlian dan tujuan hidup. Dari pengertian diatas, berarti berkarir itu harus ada perkembangan dan kemajuan.. Kemajuan apa aja ya ??? berbeda-beda persepsinya. Bisa jadi kenaikan Jabata...

Work Trip to Belitung (Bumi Laskar Pelangi)

(09 Juli 2019 sd 11 Juli 2019) Day 1 (09 Juli 2019) Waktu menunjukkan pukul 03:00 WIB, Cuaca pagi yang menyejukkan dengan Jadwal keberangkatan menuju Tanjung Pandan-Belitung pada Pukul 06.00 WIB. Kunjungan kali ini dalam rangka penilaian kelayakan kerjasama dengan Pihak Vendor terkait legalitas dan kesiapannya Baik infrastruktur maupun Sumber daya Manusia (SDM) untuk memastikan operasionalnya sudah berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati dalam Surat Perjanjian Kerja (SPK). Dengan tidur yang hanya 3 jam, Aku bergegas memesan Go Car dari Kosanku di Kalibata City menuju Bandara Soekarno Hatta. Lapar dan ngantuk menjadi pelengkap perjalananku menuju Bandara. Namun, 45 menit perjalanan tak terasa dilengkapi obrolan asik dengan Bapak Driver yang bercerita banyak mengenai kehidupan keluarga dan karirnya sehingga perjalanan ini menjadi beda dan ada suntikan motivasi pagi buatku. Obrolan mulai dari anaknya yang sedang mengikuti tahap tes masuk sekolah Dina...

“12 November : Happy Father Day”

Kalau bicara mengenai ayah, mungkin seorang lelaki yang garang dan kasar. Terkadang ketika marah, kadang keluar kata-kata berupa bentakan kepada anaknya. Tapi dialah sosok yang melindungi keluarganya dari ancaman manapun. Dari hasil keringatnyalah, anak-anaknya bisa menikmati pendidikan. Hari Ayah ini memang belum sepopuler hari ibu, tetapi peran ayah ini tidak bisa dianggap sebelah mata dalam memperjuangkan keluarganya. Ayah itu merupakan sosok yang selalu dirindukan oleh anak-anaknya. Ketika seorang ayah pulang dari berdagang atau pulang bekerja, sang anak berlari-lari mengejar sang ayah. Seorang sosok yang selalu dirindukan oleh anak-anaknya. Segelas teh manis hangat sudah melepas rasa lelahnya bekerja seharian demi mencari rezeki untuk keluarganya. Ayah merupakan sosok yang diidolakan bagi anak-anaknya. Begitu bangganya saat pembagian rapot dihadiri oleh ayah kita dan dengan bangganya kita menyebut “ itu bapakku”. Ayah merupakan idola ataupun panutan ...