Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2017

“Gestun” Dilarang. Why ?

Praktek ini sudah lazim ditemui di daerah-daerah dengan penyedia jasa oleh Toko-toko elektronik. Praktek gesek tunai ini dengan cara menggunakan kartu kredit “seolah-olah orang itu membeli barang dari toko dengan menggesek di mesin EDC (Electronic Data Capture) misal membeli televisi Samsung 24 inchi seharga Rp. 1.8 juta tetapi yang diterima oleh si pembeli bukan barang yang dibeli akan tetapi berupa uang tunai senilai Rp 1.8 juta dipotong dengan premi sebesar 2% atau sebesar Rp 36.000,-. Dalam hal ini, perlu menjadi perhatian mengenai Kartu plastic atau kartu kredit terutama dalam penggunaan yang tidak sesuai dengan ketentuan dan fungsi kartu kredit itu sendiri. Lazimnya itu kartu kredit berfungsi sebagai Alat pembayaran Kartu kredit itu fungsinya sebagai alat pembayaran dalam bertransaksi di tempat shopping, di Department Store, mall, tempat hiburan dsb. Pada kartu sakti ini juga ada diberikan fasilitas cash advance atau fasilitas Tarik tunai tetapi dengan Persentase(%)...

Uang Elektronik dan Perkembangannya Di Indonesia

“Sejak menjadi Driver Transportasi Online ini. Saya punya 3 kartu uang elektonik dari beberapa bank pak. Awalnya saya punya kartu dari Bank A, eh begitu mau saya lakuin top up.. tidak bisa. Padahal perangkatnya sudah ada, tetapi belum aktif.. Makanya untuk jaga-jaga saya beli kartu dari Bank lain. Apalagi setiap hari saya lewat tol. “ Obrolan yang saya dapat dari seorang transportasi online mengenai uang elektronik dan beberapa keluhan terkait perangkat untuk memfasilitasi top upnya. Sebelum lebih jauh membahas uang elektronik ini. Yang perlu kita ketahui apa itu uang elektronik ( e-money ) ?? Uang elektronik merupakan alat pembayaran tanpa menggunakan fisik uang kartal dalam transaksinya. Pada tanggal 14 agustus 2012, Bank Indonesia mencanangkan gerakan nasional non tunai (GNNT)/Cashless Society. Gerakan ini dibentuk untuk mengedukasi masyarakat agar semakin banyak menggunakan uang elektronik. Hal ini sejalan dengan penggunaan gadget yang semakin meningkat sehingga linier d...

Generasi Millenial dan Pengaturan Keuangannya

“Bro, Pulang kerja nongkrong yok” “cuy, besok travelling yuk ke bali” “woi, nonton konser Dream Theater yuk di Jogja,” Kutipan diatas, merupakan gambaran kegiatan yang dilakukan kelompok millennial. Akhir-akhir ini, menjadi perbincangan umum terhadap generasi ini, yaitu generasi millennial atau Gen Y. generasi yang lahir tahun 1981 sd tahun 2000 atau generasi yang sekarang berusia 17 sd 36 tahun. Dari 255 juta penduduk Indonesia, tercatat kurang lebih 81 juta penduduk yang merupakan generasi millennial atau sekitar 31.76%. Nongkrong di kafe, travelling atau nonton menjadi kegiatan yang boleh dibilang menjadi rutinitas. Memang sih hal-hal tersebut menyenangkan tetapi perlu dipertimbangkan terhadap keuangan kita. Nongkrong Kafe atau supermarket sekarang ini rata-rata menyediakan tempat nongkrong 24 jam. Siapa yang menjadi pelanggannya ? ya anak-anak muda yang merupakan generasi milenial ini. Melihat fenomena ini bahwa anak muda ini memiliki pola hidup konsumtif. Bay...

Oktoberinvestasi

“huhh… hujan lagi hujan lagi”kesahku yang terjebak di tengah derasnya hujan di malam ini. Oktober, November dan desember, hmm bulan dengan akhiran ber ber ini. Kayaknya harus nyiapin ember krna  di bulan bulan ini merupakan musim hujan. Hmm… di musim hujan ini, payung menjadi barang primer. “sedia payung sebelum hujan menjadi ungkapan yang tepat” untuk menghadapi musim hujan yang sedang terjadi di Indonesia. Ungkapan tersebut mengajarkan kepada kita bahwa perlunya persiapan dalam melakukan sesuatu termasuk dalam investasi. Di usia yang sekarang atau sebagai generasi millennial ini, perlunya sebuah persiapan untuk memiliki sebuah asset seperti tempat tinggal. Bagaimana untuk memiliki sebuah ruko atau kompleks ini ? dengan harga yang boleh dibilang tidak murah. Apalagi memilikinya di kota besar seperti Jakarta, bandung, Surabaya dan Medan dan juga harganya tergantung lokasinya dibangun. Rata-rata harganya sekitar 350 juta keatas. Dengan harga seperti itu apakah dengan mena...

Mengenal 5 generasi dan pola investasinya

Baby boomer lahir tahun > 1960 ( usia > 56 tahun ) Tidak menyukai perubahan Tidak menyukai konflik Sumber Pendapatan, dari anak atau dari Dana pensiun. Pola Investasi : Deposito dan Franchise Gen X  (tahun 1961 – 1980 (usia 37 tahun sd 56 tahun ) Mulai mengenal computer Suasana kantor yang tidak kaku Tidak menyukai kekuasaan dari pihak tertentu Tidak suka dengan persyaratan kerja yang kaku Sumber pendapatan bisa berasal dari Perusahaan tempat bekerja atau usaha yang sudah berjalan. Pola Investasi : Asuransi Investasi, Deposito, Reksadana, Tabungan Rencana, Emas, Kebun, Property, Saham, Sukuk, dan obligasi, Franchise atau Self Bussiness (buka usaha sendiri). Gen Y (generasi millennial (1981 – 2000/usia 36 sd usia 17 tahun) Di era ini computer, games sudah menjamur, generasi yang inovatif. Suasana kerja kekeluargaan Fleksibel Ambisius, multitasking Suka membangun usaha sendiri Sumber Pendapatan bisa berasal dari...