Langsung ke konten utama

Pilkada dan Piala Dunia : Sportifitas Numero Uno

Sebelum diadakan hajatan besar Piala dunia Sepakbola, ada seorang teman nanya begini  : “Bro, Tim dari Negara mana yang menjadi Favorit Juara Piala dunia ?”..

Waktu itu saya jawab “ Kalau tidak Argentina,bisa juga Spanyol”


Eh setelah dilaksanakan pertandingan, Argentina harus kandas di babak penyisihan 16 besar dengan hasil kalah dari Prancis 3-4, di laga pembuka Argentina ditahan imbang oleh Islandia 1-1 dan kalah dari Kroasia 0-3.

Hal yang sama juga dialami oleh Tim besar Spanyol yang kalah adu pinalti dengan Rusia di babak 16 besar.

Yang lebih menyedihkan lagi, Tim Jerman yang kalah di laga pertama penyisihan, diluar dugaan semua orang. Tim yang dianggap stabil dan selalu masuk ke dalam Semifinal Piala Dunia. Akhirnya di laga pertama dikalahkan oleh Mexico 0-1 dan korsel 0-2.

Piala dunia merupakan Pesta sepakbola terbesar dan bergengsi di Dunia, yang dilaksanakan setiap 4 tahun sekali. Kali ini Tuan rumah yang ditunjuk adalah Negara Rusia yang dimulai pada 14 Juni sd 15 Juli 2018 dan diikuti oleh 32 Negara (termasuk tuan rumah rusia yang otomatis lolos).

Di penyisihan ini terjadi kejutan-kejutan yang tidak diduga sebelumnya oleh para penonton dan fanatic sepakbola. Negara seperti Italia dan Belanda yang sebelumnya menjadi Peserta favorit di Piala dunia. Sekarang malah tidak lolos menjadi peserta Piala Dunia.

Surprise Pilkada
Sambil menikmati hidangan ubi goreng dengan Kopi hangat. Di waktu yang sama, kita dihadapkan dengan tontonan yang tidak kalah seru baik dari media cetak maupun media elektronik. Tontonan Pilkada (pemilihan kepala daerah) yang diadakan secara serentak pada tanggal 27 Juni 2018 di 171 daerah (17 Provinsi, 39 Kota dan 115 Kabupaten) dalam rangka memilih pemimpin yang diharapkan bisa memajukan daerahnya masing-masing.

Melihat 2 Event (hajatan) besar ini, ada persamaan yaitu Masing-masing memiliki kandidat Favorit (jagoan) dan ada persiapan yang dilakukan habis-habisan sebelum dilakukan pertandingan atau pemilihan ini.

Piala dunia masih berlanjut,  namun Pilkada sudah berakhir. Kedua-duanya masih menunggu hasil akhir siapa yang menjadi Champion atau Juara pertandingan ini.

Piala dunia diikuti oleh berbagai negara dari benua yang berbeda baik itu negara muslim ataupun non muslim, baik itu dari negara barat atau negara timur. Hal ini bisa menjadikan bahwa Sepakbola ini bisa membawa pesan perdamaian bagi negara-negara lain karena berkumpulnya negara-negara dari benua yang berbeda untuk saling mengenal fisik, pakaian dan kultur. Namun, masih ada negara lain yang diserang dengan senjata canggih dan rakyat-rakyatnya dibantai.

Menang kalah dalam pertandingan memang hal yang utama hingga menjadi juara. Namun, Hal ini lantas tidak membuat para peserta yang berlaga atau penonton menjadi anarkis hingga merugikan negara lain. 2 x 45 menit pertandingan di lapangan hijau bisa menjadi momen penting dan pembawa pesan perdamaian agar serangan yang dilakukan terhadap negara lain dihentikan. Selebrasi yang dilakukan pemain yang bertanding sambal bersujud atau berdoa setidaknya menjadi pengingat bahwa “Perdamaian itu menjadi Kebutuhan pokok bagi semua orang”.

Hal ini juga terjadi pada Pilkada di Indonesia. Tanggal 27 Juni 2018, menjadi momen penting yang menentukan ke arah mana pembangungan daerah akan dibawa. Masing – masing daerah diikuti oleh beberapa kandidat yang bertanding, dan setiap orang juga sudah memiliki kandidat favorit yang diunggulkan.

Kampanye yang dilakukan oleh partai pengusung kandidat Pemimpin Daerah tersebut tentu ada menimbulkan perbedaan pendapat. Pilihan seseorang pada calon A belum tentu sama dengan pilihan orang lain yang mungkin memilih Calon B. Tentu, kita sepakat bahwa Memilih Pemimpin itu harus yang amanah, mengerti daerah dan permasalahan yang terjadi di daerahnya.

Selama kampanye dilaksanakan, Ormas – ormas yang ada mulai dilakukan pelantikan lagi. Mungkin menjadi salah satu bagian dari pergerakan masa untuk mendapat suara. Suara anak muda atau mereka yang baru mendapatkan hak suara menjadi salah satu target utama.

Saling Sindir melalui meme di social media, spanduk dan brosur kerap mewarnai panasnya suasana sebelum dilaksanakan Pilkada ini. Bahkan perbedaan pendapat ini kerap terjadi antar sesama teman sekolah bahkan juga terjadi sesama teman kantor. Malahan ada karena status seseorang di social media akhirnya berujung ke pengadilan karena dianggap pencemaran nama baik. Silahkan berpendapat tetapi tidak menghujat. Bahkan memutus tali silaturrahmi. 

Silahkan yang Islam memilih Pemimpin Muslim, Non Muslim juga sebaliknya. Sah – sah saja. Yang dilarang adalah memaksa seseorang untuk memilih “kandidat tertentu”.

Pilkada ini merupakan momen penting juga dalam membawa pesan perdamaian. Pemilih datang ke TPS untuk berpartisipasi aktif memilih kandidat favoritnya. Panitia TPS memberi arahan dalam mencoblos kertas tanpa membeda - bedakan ras, agama dan suku si Pemilih.

Pilkada telah selesai dilakukan. Hasil Quick Count yang dilakukan oleh berbagai Lembaga Survei menimbulkan surprise bagi banyak orang. Petahana (yang sedang menjabat) yang juga diunggulkan malah kalah dalam hasil Quick Count sementara tersebut. Hasil akhir tetap menunggu hasil pengumuman resmi dari KPU (Komisi Pemilihan Umum).

Tentu masyarakat ada yang senang dan kecewa melihat hasil ini. kekecewaan yang ada tidak berujung pada tindakan anarkis. Akan tetapi, Yang diperlukan adalah memberikan support kepada para pemenang dan tak lupa memberikan doa agar pemimpin yang terpilih nanti bisa bertugas dengan baik.

Bagi para pemimpin daerah yang terpilih ke depannya juga tidak hanya mementingkan daerah yang menjadi kantong suaranya. Akan tetapi, tetap menjalankan pembangunan secara merata. Tidak juga saling menyalahkan pemimpin daerah sebelumnya. Tugas para pemimpin yang terpilih membenahi dan memberikan karya nyata kepada Masyarakat.

Keep Silaturrahmi
Mengutip Quote dari Nelson Mandela "Real leaders must be ready to sacrifice all for the freedom of their people."..

Kutipan diatas mengingatkan kepada para Pemimpin bahwa Pemimpin yang sesuangguhnya itu adalah Pemimpin yang siap berkorban demi kebebasan orang lain atau rakyat yang dipimpinnya. Bukan malah mengorbankan orang lain demi kepentingan pribadi atau golongan tertentu.
Kebebasan disini harus bukan berarti kebebasan yang tanpa aturan, misal : Demo (orasi) tapi mengganggu ketertiban umum. Kebebasan yang dimaksud seperti Kebebasan Finansial, dimana masyarakat tidak lagi mengalami kesulitan dalam menikmati layanan kesehatan ketika keluarganya sedang sakit, masyarakat bisa menikmati fasilitas pendidikan dan juga masyarakat bisa mendapatkan lapangan pekerjaan.

Waktu untuk keluarga yang semakin berkurang karena sekarang focus membangun daerah demi rakyatnya, tenaga yang lebih banyak lagi untuk meninjau perkembangan infrastruktur, jam tidur yang semakin berkurang karena tugas yang semakin bertambah menjadi pengorbanan yang harus dilakukan. Namun, hasilnya akan berbuah manis kepada pemimpin yang amanah dan mengutamakan kepentingan rakyat dari doa-doa rakyat yang nantinya akan diberikan keberkahan dan kemajuan bagi daerah yang dipimpin. Aaminn.

Pilkada boleh berakhir, Namun silaturahmi tidak boleh berakhir. Sportifitas tetap numero Uno.
Semoga bermanfaat.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goal Karir : Politik kantor dan Kinerja kantor. Tidak ada salahnya Belajar Berpolitik Kantor

Boy : “Assalamu’alaikum bro. Kau mau ngapain setelah selesai kuliahmu ? Sebentar lagi kau itu wisuda dan harus mulai memikirkan masa depanmu “ Bro :“Wa alaikum salam, iya boy. Nggak jelas juga aku mau ngapain setelah selesai kuliah ini. Yang jelas aku mau berkarir dan bekerja di Perusahaan” Boy : Bah nggak jelas juga kau punya tujuan karir hahaha tapi ya udahlah itu pilihan hidupmu   Percakapan kedua anak muda diatas memang percakapan sederhana kedua Kawan akrab tapi ternyata bisa jadi mencerminkan bahwa masih ada anak – anak muda yang nggak punya goal karir. Iseng – iseng search di Google, apa itu Karir ??? hasil searchnya bahwa Karir itu adalah Perkembangan, kemajuan, dan rangkaian pekerjaan jabatan yang dicapai seseorang dalam kurun waktu tertentu, seiring berjalan dengan peningkatan keahlian dan tujuan hidup. Dari pengertian diatas, berarti berkarir itu harus ada perkembangan dan kemajuan.. Kemajuan apa aja ya ??? berbeda-beda persepsinya. Bisa jadi kenaikan Jabata...

Work Trip to Belitung (Bumi Laskar Pelangi)

(09 Juli 2019 sd 11 Juli 2019) Day 1 (09 Juli 2019) Waktu menunjukkan pukul 03:00 WIB, Cuaca pagi yang menyejukkan dengan Jadwal keberangkatan menuju Tanjung Pandan-Belitung pada Pukul 06.00 WIB. Kunjungan kali ini dalam rangka penilaian kelayakan kerjasama dengan Pihak Vendor terkait legalitas dan kesiapannya Baik infrastruktur maupun Sumber daya Manusia (SDM) untuk memastikan operasionalnya sudah berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati dalam Surat Perjanjian Kerja (SPK). Dengan tidur yang hanya 3 jam, Aku bergegas memesan Go Car dari Kosanku di Kalibata City menuju Bandara Soekarno Hatta. Lapar dan ngantuk menjadi pelengkap perjalananku menuju Bandara. Namun, 45 menit perjalanan tak terasa dilengkapi obrolan asik dengan Bapak Driver yang bercerita banyak mengenai kehidupan keluarga dan karirnya sehingga perjalanan ini menjadi beda dan ada suntikan motivasi pagi buatku. Obrolan mulai dari anaknya yang sedang mengikuti tahap tes masuk sekolah Dina...

“12 November : Happy Father Day”

Kalau bicara mengenai ayah, mungkin seorang lelaki yang garang dan kasar. Terkadang ketika marah, kadang keluar kata-kata berupa bentakan kepada anaknya. Tapi dialah sosok yang melindungi keluarganya dari ancaman manapun. Dari hasil keringatnyalah, anak-anaknya bisa menikmati pendidikan. Hari Ayah ini memang belum sepopuler hari ibu, tetapi peran ayah ini tidak bisa dianggap sebelah mata dalam memperjuangkan keluarganya. Ayah itu merupakan sosok yang selalu dirindukan oleh anak-anaknya. Ketika seorang ayah pulang dari berdagang atau pulang bekerja, sang anak berlari-lari mengejar sang ayah. Seorang sosok yang selalu dirindukan oleh anak-anaknya. Segelas teh manis hangat sudah melepas rasa lelahnya bekerja seharian demi mencari rezeki untuk keluarganya. Ayah merupakan sosok yang diidolakan bagi anak-anaknya. Begitu bangganya saat pembagian rapot dihadiri oleh ayah kita dan dengan bangganya kita menyebut “ itu bapakku”. Ayah merupakan idola ataupun panutan ...