Langsung ke konten utama

Resolusi 2018 : Dreams Come True

Rasanya baru saja terngiang suara petasan saling bersahut –sahutan di langit ibukota ini. Menikmati secangkir kopi sambil memandangi keceriaan lalu lalang anak muda maupun orang tua. Di malam pergantian tahun masehi ini, Status yang populer “Happy New Year” dan “Selamat Tahun baru” dengan tambahan embel-embel kata “Kemarin adalah kenangan, Hari ini adalah kenyataan, esok adalah harapan”.. Mantap kalau melihat status kebanyakan orang-orang dengan gegap gempita dan optimis menyambut euphoria pergantian tahun.

Hal ini bukanlah hal yang baru bagi kita dengan Malam pergantian tahun ini. Tetapi perlu menjadi focus apakah optimis ini hanya sebatas ungkapan lisan saja tanpa ada realisasi sama sekali. Tanya kepada diri kita sendiri, termasuk kelompok yang optimis dengan pernyataan dan komitmen kuat diatas secarik kertas atau tidak ???

Sebuah penelitian yang pernah dilakukan oleh Yale University atas semua lulusan tahun 1954 untuk mengetahui berapa orang dari mereka yang mempunyai tujuan tertulis. Dari survey tersebut, tercatat hanya 3% yang menulis tujuannya, sementara 97% tidak tahu dan tidak pernah menuliskannya. 20 tahun kemudian, hasilnya menunjukkan bahwa kelompok 3% memiliki kekayaan 3 kali lipat dari kelompok 97%.

Setiap momen menjelang pergantian tahun, sebuah kata “Resolusi” dan “Evaluasi” menjadi 2 kata yang sangat familiar. Ada harapan yang ingin dicapai di tahun yang akan datang dan tentu tidak melupakan apa yang sudah kita lakukan di tahun sebelumnya. Hari ini hidup kita ini ditentukan oleh tindakan atau perilaku kita di hari kemarin.

365 hari di tahun lalu tentu banyak yang menjadi pelajaran untuk diambil hikmah dan resolusi di tahun lalu dan ada yang masih layak untuk dilanjutkan.

Tentu tidak mudah dalam mencapai mimpi kita tetapi bukan tidak mungkin. BISA, PASTI BISA DAN HARUS BISA. Butuh tekad yang kuat dan ketekunan yang luar biasa. Resolusi yang dibuat terkadang hanya sekedar sebuah goresan tanpa kerja keras. Ingat !!! “ketekunan lebih penting daripada bakat”.

Resolusi yang dibuat harus mengikuti kaidah S.M.A.R.T (Specific, Measurable, Attainable, Realistic, and Time Bound).
  • Specific          : Tujuan yang dibuat harus jelas.
  • Measurable    : Harus terukur dalam satuan misal dalam Rupiah.
  • Attainable      : Tujuan harus bisa dicapai sehingga sungguh-sungguh bisa dicapai.
  • Realistic         : Harus realistis  atau masuk akal.
  • Time Bound   : Ada batas waktu untuk mencapai tujuan tersebut.


Contoh Resolusi berdasarkan kaidah S.M.A.R.T yaitu :
  1. Saya ingin memilki rumah di pusat kota medan dengan luas 200 M2 dengan harga Rp 500.000.000,- paling lama akhir tahun 2018 dengan pola cicilan selama 20 tahun di Bank BRI melalui Kredit Pemilikan Rumah (KPR).
  2. Saya menerbitkan buku “Financial Plan” pada tanggal 30 April 2018 dengan rutin menulis setiap hari 3 lembar halaman.
  3. Saya memenangkan lomba karya tulis ilmiah keuangan di tahun 2018 dengan rutin mengikuti lomba setiap bulan.  
Resolusi hanya sebuah khayalan indah saja jika tidak dibarengi dengan action nyata atau dengan kata lain hanya”OmDo (Omong Doang)”. Ingat setiap resolusi yang kita buat harus diperjuangkan.

Ayo kita buat resolusi di tahun 2018 ini sebanyak-banyaknya dan Berdoa dengan harapan  di tahun 2018 ini semua resolusi kita tercapai dengan lancar. Aaminn..


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goal Karir : Politik kantor dan Kinerja kantor. Tidak ada salahnya Belajar Berpolitik Kantor

Boy : “Assalamu’alaikum bro. Kau mau ngapain setelah selesai kuliahmu ? Sebentar lagi kau itu wisuda dan harus mulai memikirkan masa depanmu “ Bro :“Wa alaikum salam, iya boy. Nggak jelas juga aku mau ngapain setelah selesai kuliah ini. Yang jelas aku mau berkarir dan bekerja di Perusahaan” Boy : Bah nggak jelas juga kau punya tujuan karir hahaha tapi ya udahlah itu pilihan hidupmu   Percakapan kedua anak muda diatas memang percakapan sederhana kedua Kawan akrab tapi ternyata bisa jadi mencerminkan bahwa masih ada anak – anak muda yang nggak punya goal karir. Iseng – iseng search di Google, apa itu Karir ??? hasil searchnya bahwa Karir itu adalah Perkembangan, kemajuan, dan rangkaian pekerjaan jabatan yang dicapai seseorang dalam kurun waktu tertentu, seiring berjalan dengan peningkatan keahlian dan tujuan hidup. Dari pengertian diatas, berarti berkarir itu harus ada perkembangan dan kemajuan.. Kemajuan apa aja ya ??? berbeda-beda persepsinya. Bisa jadi kenaikan Jabata...

Work Trip to Belitung (Bumi Laskar Pelangi)

(09 Juli 2019 sd 11 Juli 2019) Day 1 (09 Juli 2019) Waktu menunjukkan pukul 03:00 WIB, Cuaca pagi yang menyejukkan dengan Jadwal keberangkatan menuju Tanjung Pandan-Belitung pada Pukul 06.00 WIB. Kunjungan kali ini dalam rangka penilaian kelayakan kerjasama dengan Pihak Vendor terkait legalitas dan kesiapannya Baik infrastruktur maupun Sumber daya Manusia (SDM) untuk memastikan operasionalnya sudah berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati dalam Surat Perjanjian Kerja (SPK). Dengan tidur yang hanya 3 jam, Aku bergegas memesan Go Car dari Kosanku di Kalibata City menuju Bandara Soekarno Hatta. Lapar dan ngantuk menjadi pelengkap perjalananku menuju Bandara. Namun, 45 menit perjalanan tak terasa dilengkapi obrolan asik dengan Bapak Driver yang bercerita banyak mengenai kehidupan keluarga dan karirnya sehingga perjalanan ini menjadi beda dan ada suntikan motivasi pagi buatku. Obrolan mulai dari anaknya yang sedang mengikuti tahap tes masuk sekolah Dina...

“12 November : Happy Father Day”

Kalau bicara mengenai ayah, mungkin seorang lelaki yang garang dan kasar. Terkadang ketika marah, kadang keluar kata-kata berupa bentakan kepada anaknya. Tapi dialah sosok yang melindungi keluarganya dari ancaman manapun. Dari hasil keringatnyalah, anak-anaknya bisa menikmati pendidikan. Hari Ayah ini memang belum sepopuler hari ibu, tetapi peran ayah ini tidak bisa dianggap sebelah mata dalam memperjuangkan keluarganya. Ayah itu merupakan sosok yang selalu dirindukan oleh anak-anaknya. Ketika seorang ayah pulang dari berdagang atau pulang bekerja, sang anak berlari-lari mengejar sang ayah. Seorang sosok yang selalu dirindukan oleh anak-anaknya. Segelas teh manis hangat sudah melepas rasa lelahnya bekerja seharian demi mencari rezeki untuk keluarganya. Ayah merupakan sosok yang diidolakan bagi anak-anaknya. Begitu bangganya saat pembagian rapot dihadiri oleh ayah kita dan dengan bangganya kita menyebut “ itu bapakku”. Ayah merupakan idola ataupun panutan ...