Kamis, 19 Juli 2018

Tema Tausiah : Pemuda Islam Zaman Now

By : Ust. Felix Siauw
Resumed by : Me



Hari ini mengikuti pengajian yang dibawakan oleh Ust. Felix Siauw dengan Judul “Pemuda Islam Zaman Now” di Mesjid Al-Barkah Jl. Lontar Atas Tanah Abang yang diselenggarakan pada tanggal 07 Juli 2018.
Jamaah yang mengikuti tausiyah cukup ramai baik dari Ikhwan dan Akhwat dengan mengambil tempat di jalan Lontar Atas Tanah Abang dengan membuat batasan sebelah kanan untuk Pria dan Sebelah Kiri untuk Wanita.
Awalnya dibawakan oleh Moderator Bapak Hardi dengan luwes diiringi dengan humor sehingga suasana cair dan dengan mengendorse buku-buku karangan ust. Felix Siauw. Tak lupa juga Moderator membawakan potongan ayat mengenai sedekah sambil kotak Infaq keliling Jamaah. Lalu acara dilanjutkan dengan bacaan Qur’an yang menyejukkan hati. Dan selanjutnya inti acara Oleh Ustadz Felix Siauw. Di sela acara, ada tausiyah dari seorang anak muda(gak tau namanya siapa).

Dari tausiyah yang dibawakan oleh Ust. Felix Siauw  kurang lebih dengan rincian berikut :
Pemuda itu memiliki peranan penting dalam dakwah. Dakwah itu dikatakan berhasil ketika proses pengkaderan berhasil. Siapa yang dikader ? Pemuda.. Karena Pemuda ini yang akan meneruskan perjuangan.

Mengutip Kisah Anak Muda, Muhammad Al Fatih boleh menjadi salah satu kebanggaan dan contoh bagi Pemuda. DI usianya yang ke 21 tahun, menaklukan kekaisaran turki usmani. Pada masanya Konstantinopel diganti menjadi Istanbul. Panglima perang Sultan Muhammad Al Fatih ini juga merupakan pakar di bidang ketentaraan, Sains, Matematika dan menguasai 6 bahasa pada usia 21 tahun.

Sultan Muhammad Al Fatih sejak baligh tidak pernah meninggalkan Sholat Wajib, Sholat Rawatib dan tahajud hingga meninggal dunia.
Banyak lagi kisah anak muda di Zaman Rasulullah yang bisa menjadi teladan bagi kita dalam menjalani kehidupan ini.
Di Negeri ini juga, Kemerdekaan itu juga tidak terlepas dari peran anak muda seperti Chaerul Saleh, Sukarni dan Wikan yang mendesak Sukarno untuk segera memproklamasikan kemerdekaan tanpa harus menunggu kemerdekaan itu sebagai hadiah.

Kenapa harus Pemuda ? karena semangatnya, antuasme dan Kemauannya belajar sangat dibutuhkan dalam dakwah. Hal ini sangat berbeda dengan Kaum tua yang sangat detil dan penuh perhitungan sehingga terkadang eksekusinya membutuhkan waktu yang agak lama.
Pemuda Zaman Now gak bisa dipisahkan dari gadget (gawai). Rela tidak mendengar asal kuota internet terisi. Terjadi pergeseran persepsi di era sekarang dengan era sebelumnya. Kalau pada era sekarang, paling TV itu ditonton paling lama 1 jam setiap hari, Beda kalau dulu bisa sampai 5 Jam. Di Era sekarang tontonannya di social media seperti youtube, facebook dan social media lainnya. Makanya banyak orang yang punya pemikiran bagus, namun tidak populer karena kemungkinan belum tersentuh social media.

Pengaruh Sosial media ini sangat hebat. Bisa dilihat kemenangan Barrack Obama yang merupakan Kulit hitam bisa memenangkan Pemilihan Presiden tahun 2008 di Amerika Serikat. Karena barrack Obama memanfaatkan Sosial media sebagai Media kampanye.
Begitu juga di Indonesia, Peran social media bisa meningkatkan pamor seseorang sehingga bisa menjadi pemimpin dengan melakukan update setiap kali melakukan pemantauan infrastruktur dsb.
Nah, untuk itu Dakwah itu juga dilakukan di social media sehingga Masyarakat tahu bahwa memang media yang tepat untuk saat ini bukan lagi Televisi tetapi di Sosial Media.

Pada perilaku anak muda juga mengalami pergeseran perilaku. Di era sebelumnya, kalau mau mendekati seorang wanita, malu-malu sambil mengirimkan surat yang diselipin ke dalam buku diary. Kalau sekarang dengan social media, kirim foto dan chat yang vulgar malah sudah dianggap hal yang biasa. Ini pergeseran perilaku yang berbahaya.

Wanita dan Pria itu berbeda sekali. Dimana kalau Wanita lebih emosional sedangkan Pria itu lebih rasional. Contoh sederhana saja, kalau belanja ke Pasar mau membeli ayam. Kalau Pria beli dan biasanya tidak menawar, dengan alasan klasik sih biasanya mending beli ketimbang potong sendiri, cabutin bulu sendiri, dsb. kalau Wanita malah menawar bisa setengah harga. Haha..
Dominasi Wanita di social media sangat kuat. Karena lebih bersifat emosional. Namun, dengan ada social media malah Pria udh seperti Wanita dengan emosionalnya. Liat saja di Facebook, update status “ Meratapi pagi ini dengan air serasa menyejukkan hati”, dsb…Bahasa anak sekarang Alay-alay gitu..

Kalau berbicara Superhero, Negara AS menjadi negara yang banyak mengeluarkan Film Superhero seperti Batman, Captain America, dsb.. Kenapa ??? Karena di AS merupakan negara mengerikan di dunia dengan informasi bahwa lebih dari 24 orang dalam 1 menit melaporkan perkosaan atau kekerasan seksual dan juga merupakan negara dengan tingkat pembunuhan tertinggi di Dunia. Film super hero itu adalah harapan negara AS agar aman dan damai.

Sama halnya dengan negara Korea dan Jepang. Negara korea ini populer diantarnya film-filmnya yang romantic. Pertanyaannya ? apakah sesuai dengan di film drama korea ? ternyata faktanya tidak. Penyebab kematian yang paling utama adalah bunuh diri, yang bisa disebabkan tekanan baik karir, popularitas, dsb. Pelaku bunuh diri malah umumnya berusia 10 – 30 tahun. Tidak heran jika Korea selatan mendapat julukan baru “Ibukota bunuh diri Internasional”. Film Drama korea yang ditonton ternyata merupakan sebuah harapan bagi bangsa korea agar tercipta suasana yang romantic.
Kembali ke pemuda tadi, peranan anak muda sebagai garda terdepan sangat penting. Kalau anak muda sudah tidak terlihat perannya. Lebih dari mayat, kalau mayat. Hidup tidak mendapat apa – apa, mati tidak mendapat apa – apa. Kalau pemuda hidup tidak berbuat apa – apa dan tidak mendapat apa –apa, malah menjelekkan orang lain, eh malah mendapat dosa.

Tanamkan dalam hati sebagai seorang pemuda, kalau Saya sebagai seorang Pemuda harus menjadi teladan bagi anak – anak saya terutama dalam mengajarkan kebaikan dan menyampaikan kebeneran. Jangan sampai anak kita malah malu dengan tingkah laku bapaknya kelak yang berbuat kejahatan.
Semoga Bermanfaat bagi Kita Semua

Terima kasih#Latepost
CMIIW

Tidak ada komentar:

Posting Komentar