Langsung ke konten utama

Memaknai Kurs Siang ini

Hadehh… gak absen deh hari ini..
Kartu ATM hilang lagi, padahal kemarin malam masih ada di kantong.. sudah hilang aja. Kesal bin emosi..

Terpaksa deh harus mengajukan permohonan presensi manual.. Gak ikhlas banget gaji harus dipotong.. Masih ikhlas lagi kalau gaji dipotong untuk sedekah kepada kaum dhuafa..

Lumayan sih di hari selasa ini antrian gak begitu lama.  Mungkin karena bukan hari senin atau hari jum’at yang biasanya harus mengantri lama. Ya pelajaran yang harus diambil kali ini, niatkan dalam hati kalau memiliki sesuatu itu setelah digunakan ya harus disimpan, jangan diletakkan secara asal. Alhasil, bisa terselip bahkan hilang.

Sambil menunggu antrian dan mendengarkan lantunan lagu ebiet G. Ade, terpampang bahwa kurs USD untuk Kurs Jual Rp. 13.576 dan Kurs Beli Rp. 13.476 pada tanggal 05 Desember 2017 Pukul 
13:07 WIB.
Bagi yang sering ke Money changer atau bertransaksi dengan mata uang asing, tentu bukan kata yang asing.
Kurs atau Nilai tukar merupakan Nilai suatu mata uang dibandingkan dengan nilai mata uang negara lain.
Kurs itu ada 3 yaitu Kurs Beli, Kurs Jual dan Kurs tengah. Melihatnya itu dari sudut pandang Bank atau Money Changer.
Kurs Jual USD Rp 13.576, itu sama dengan Bank Menjual 1 USD dengan nilai rupiah Rp 13.576,-
Kurs Beli Rp 13.476,- itu sama dengan Bank atau Money Changer membeli 1 USD dengan nilai rupiah Rp 13.476,-.
Kalau Kurs tengah itu merupakan Jumlah Kurs Jual dan Kurs Beli dibagi 2..
Contoh : Kurs Jual Rp 13.576, Kurs Beli Rp 13.476 jadi Kurs tengah = (13.576 + 13.476 ) /2 = Rp. 13.526,-

Kurs atau nilai tukar ini selalu mengalami fluktuasi terkait permintaan dan penawaran pasar. Semakin tinggi permintaan mata uang, maka harga mata uang itu menjadi mahal dan sebaliknya, Semakin rendah permintaan mata uang, maka harga mata uang itu menjadi menurun.
Indonesia sempat mengalami titik tertinggi pada bulan Juni 1998 Rp. 16.650,- per Dollar AS dan pada tahun 1991 Rp 1.977,- per Dollar AS.

Andaikan waktu itu punya 1000 USD dengan Kurs Beli Rp. 1.977,- berarti Cuma mengeluarkan uang Rp 1.977.000,- dan aku tahan sampai tahun 1998 dan menjualnya maka menerima Rp 16.650.000,- maka selisih keuntungan sebesar Rp. 14.673.000,-

Sekarang Kurs bertengger di angka Rp 13.000-an,, apa dampaknya terhadap keadaan ekonomi ?
Ingat, beras, jagung, garam dan buah, kita masih impor.. bayangkan saja kalau harga US Dollar naik, apa yang terjadi ? Ya. Kita harus mengeluarkan rupiah lebih banyak lagi untuk mendapatkan barang yang diimpor tersebut. Ya artinya harga barang di dalam negeri akan naik.

Bagi Dunia usaha, bahan baku yang impor tersebut akan menaikkan harga jual barang, dan ditakutkan akan memberatkan bagi pembeli sehingga omset pelaku usaha akan menurun juga. Hmm… imbasnya ke pekerja.. omset menurun, ujung-ujungnya pengurangan karyawan..

Antrian F057…. Hmm ternyata sudah giliran untuk maju ke Customer Service.
Semoga Bermanfaat..

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goal Karir : Politik kantor dan Kinerja kantor. Tidak ada salahnya Belajar Berpolitik Kantor

Boy : “Assalamu’alaikum bro. Kau mau ngapain setelah selesai kuliahmu ? Sebentar lagi kau itu wisuda dan harus mulai memikirkan masa depanmu “ Bro :“Wa alaikum salam, iya boy. Nggak jelas juga aku mau ngapain setelah selesai kuliah ini. Yang jelas aku mau berkarir dan bekerja di Perusahaan” Boy : Bah nggak jelas juga kau punya tujuan karir hahaha tapi ya udahlah itu pilihan hidupmu   Percakapan kedua anak muda diatas memang percakapan sederhana kedua Kawan akrab tapi ternyata bisa jadi mencerminkan bahwa masih ada anak – anak muda yang nggak punya goal karir. Iseng – iseng search di Google, apa itu Karir ??? hasil searchnya bahwa Karir itu adalah Perkembangan, kemajuan, dan rangkaian pekerjaan jabatan yang dicapai seseorang dalam kurun waktu tertentu, seiring berjalan dengan peningkatan keahlian dan tujuan hidup. Dari pengertian diatas, berarti berkarir itu harus ada perkembangan dan kemajuan.. Kemajuan apa aja ya ??? berbeda-beda persepsinya. Bisa jadi kenaikan Jabata...

Work Trip to Belitung (Bumi Laskar Pelangi)

(09 Juli 2019 sd 11 Juli 2019) Day 1 (09 Juli 2019) Waktu menunjukkan pukul 03:00 WIB, Cuaca pagi yang menyejukkan dengan Jadwal keberangkatan menuju Tanjung Pandan-Belitung pada Pukul 06.00 WIB. Kunjungan kali ini dalam rangka penilaian kelayakan kerjasama dengan Pihak Vendor terkait legalitas dan kesiapannya Baik infrastruktur maupun Sumber daya Manusia (SDM) untuk memastikan operasionalnya sudah berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati dalam Surat Perjanjian Kerja (SPK). Dengan tidur yang hanya 3 jam, Aku bergegas memesan Go Car dari Kosanku di Kalibata City menuju Bandara Soekarno Hatta. Lapar dan ngantuk menjadi pelengkap perjalananku menuju Bandara. Namun, 45 menit perjalanan tak terasa dilengkapi obrolan asik dengan Bapak Driver yang bercerita banyak mengenai kehidupan keluarga dan karirnya sehingga perjalanan ini menjadi beda dan ada suntikan motivasi pagi buatku. Obrolan mulai dari anaknya yang sedang mengikuti tahap tes masuk sekolah Dina...

“12 November : Happy Father Day”

Kalau bicara mengenai ayah, mungkin seorang lelaki yang garang dan kasar. Terkadang ketika marah, kadang keluar kata-kata berupa bentakan kepada anaknya. Tapi dialah sosok yang melindungi keluarganya dari ancaman manapun. Dari hasil keringatnyalah, anak-anaknya bisa menikmati pendidikan. Hari Ayah ini memang belum sepopuler hari ibu, tetapi peran ayah ini tidak bisa dianggap sebelah mata dalam memperjuangkan keluarganya. Ayah itu merupakan sosok yang selalu dirindukan oleh anak-anaknya. Ketika seorang ayah pulang dari berdagang atau pulang bekerja, sang anak berlari-lari mengejar sang ayah. Seorang sosok yang selalu dirindukan oleh anak-anaknya. Segelas teh manis hangat sudah melepas rasa lelahnya bekerja seharian demi mencari rezeki untuk keluarganya. Ayah merupakan sosok yang diidolakan bagi anak-anaknya. Begitu bangganya saat pembagian rapot dihadiri oleh ayah kita dan dengan bangganya kita menyebut “ itu bapakku”. Ayah merupakan idola ataupun panutan ...