Boy : “Assalamu’alaikum bro. Kau mau ngapain setelah selesai kuliahmu ?
Sebentar lagi kau itu wisuda dan harus mulai memikirkan masa depanmu “
Boy : Bah nggak jelas juga kau punya tujuan karir hahaha tapi ya udahlah itu pilihan hidupmu
Percakapan kedua anak muda diatas memang percakapan sederhana kedua Kawan akrab tapi ternyata bisa jadi mencerminkan bahwa masih ada anak – anak muda yang nggak punya goal karir.
Iseng – iseng search di Google, apa itu Karir ??? hasil searchnya bahwa Karir itu adalah Perkembangan, kemajuan, dan rangkaian pekerjaan jabatan yang dicapai seseorang dalam kurun waktu tertentu, seiring berjalan dengan peningkatan keahlian dan tujuan hidup.
Dari pengertian diatas, berarti berkarir itu harus ada perkembangan dan kemajuan.. Kemajuan apa aja ya ??? berbeda-beda persepsinya. Bisa jadi kenaikan Jabatan, bisa jadi kenaikan grade dan bisa jadi kenaikan gaji termasuk skill juga harusnya juga berkembang.
Untuk itu, setiap kita yang saat ini menjadi seorang pekerja di sebuah Perusahaan manapun. Perlu adanya Goal Karir yang menjadikan diri kita semangat dalam bekerja dan focus mengejar apa yang menjadi target kita dalam karir. Tuliskan target karir yang SMART (Specific, Measurable, Achievable, Realistic, Timeable) diatas kertas yang bisa dibaca kapan saja..
Misalnya : Menjadi Direktur Bisnis Penjaminan Perusahaan BUMN Jamkrindo di tahun 10 Desember 2036..
Setelah dibuatkan target karir diatas, tinggal individu masing-masing memikirkan bagaimana cara untuk mencapai target diatas. Tentunya gak hanya berdoa tetapi lebih dari itu yang dibutuhkan yaitu kerja keras, kerja cerdas dan kerja tuntas.
“…Tidak ada Jalan Pintas menuju kesuksesan, diperlukan konsisten dan kerja keras”
Sebuah quote yang tak baca di koran online motivasi tempo.co.id tanggal 16 Des 2024 Beberapa tahun yang lalu tapi masih relate untuk memotivasi kita dalam berkarir di dunia industry manapun. Untuk sukses memang perlu kerja keras dan konsisten. Itu pasti dan wajib untuk menjadi seseorang yang sukses. Namun kerja keras yang bagiamana untuk mencapai puncak karir ??
Apakah Peringkat 1 selalu menjadi yang tercepat menapaki puncak karir ??
Bahkan ada yang peringkat di papan Tengah malah lebih duluan menapaki karir puncak di sebuah industri. Ternyata setelah diteliti, ada satu hal yang memang perlu dipelajari oleh seseorang. Apa ya kawans ??
Politik Kantoran
Perluanya seseorang belajar politik kantoran. Ingat di kantor mayoritas Kawan kantor menyapa kita dengan senyum terbaiknya di depan kita tapi inget di belakang kita mereka mungkin memang Kawan tersebut memang partner kerja terbaik yang bisa memberikan masukan dan semangat. Namun, bisa jadi juga Kawan tersebut bisa menjadi pembunuh yang siap menghunus pisaunya untuk membunuh kita baik karakter dan karir kita.
Politik kantor itu berbahaya buat kawans yang menjadi korban politik kantor, iya bener bener bisa kejam.. jadi kita harus mempersiapkan diri kita dari awal, hati-hati, jangan terlalu polos atau over berprasangka positif dengan menganggap semua rekan kerja pasti berniat baik. Pemikiran yang seperti ini keliru ya kawans.. Rambut boleh sama hitam tapi isi pikiran dan hati gak ada yang tau..
Menjadi sebuah kebodohan buat kita kalau menganggap semuanya bakal baik sama kita.
Kebanyakan dari kita berpikir seperti ini “Saya gak mau ikut-ikutan seperti itu, yang penting saya focus kerja yang benar saja. Itu sudah cukup buat saya”.. Nah orang-orang seperti ini yang nantinya bakal rentan dimanfaatkan atau dijadikan tumbal oleh permainan politik manusia yang pinter berpolitik dan bermanuver di Kantoran. Mereka ini tidak langsung bilang tidak suka dan bermanuver ke kita tapi menggunakan tangan orang lain untuk bermanuver ke kita. Bicaranya sopan dan jago menyanjung di depan kita tapi tiba – tiba menyerang melalui tangan orang lain.
Kadang kita berpikir manusia seperti ini kok ada ya dan sangat kejam demi kepentingannya. Tapi ternyata setelah dipikir – pikir kenapa ya kok bisa bertindak tega ya ? ya karna manusia itu butuh duit yang banyak dan banyak yang ditanggung sehingga kebutuhannya banyak. Alur berpikirnya dengan bertindak tega, kinerjanya bagus dan bonus kinerja juga cukup menggiurkan.
Terus apa yang harus dilakukan untuk menghindari politik kantoran ini ??
Politik kantor ini merupakan bagian yang tidak terelakkan dari dunia kerja. Dimanapun kita bekerja pasti ada politik kantoran. Yang harus kita lakukan adalah kita harus terus belajar, belajar dan terus belajar. Tidak ada cara lain karna yang dihadapi juga manusia dengan beragam karakter yang terus belajar untuk bertindak tega demi kepentingan pribadi.
Pertama, tidak bisa dengan siapa aja anda curhat.. tidak semua hal terkait pekerjaan atau pribadi anda bisa anda curhati. Ingat ya, Salah memilih tempat curhat itu sama juga dengan membunuh karir kita.
Pernah dengar obrolan dari teman ngopi begini “Sudahlah Bro kau nggak usah ikut-ikutan berpolitik kantor, kau itu cukup kerja yang bener dengan hasil yang bagus. Ntar karirmu itu bakal mengikutin sesuai prestasi”,.. Indah sekali nasehat si Kawan itu ke kita.. ternyata di dunia kerja enggak semulus itu kan.. Faktanya kawan, kerja keras tanpa strategi sama juga menghasilkan karir yang stagnan..
Saya pernah baca sebuah artikel terkait penelitian dari Harvard Business Review di tahun 2022, bahwa 70% Keputusan promosi dan Proyek penting bukan hanya dari kinerja tapi ditentukan dari persepsi dan relasi. Ini bukan menjadi seorang penjilat tetapi bermain dengan strategi dan ini menjadi kekuatan yang terlihat.”
Untuk itu, perlu tindakan nyata biar goal karir kita bisa tercapai dengan menjalankan hal – hal berikut :
1. Kerja Nyata wajib diliat Orang yang tepat
Penilaian kita ditentukan oleh atasan kita. Mau tidak mau kerja yang sudah dilakukan wajib diketahui dan dilaporkan oleh atasan kita sendiri. Ini bukan pencitraan tapi menghindari kata-kata atasan “kamu nongkrong aja ya kerjanya, tidak ada kerjanya”.
Kerja nyata dengan hasil nyata itu wajib diliat oleh orang yang tepat. Ini bukan tentang “cari muka” tetapi showing up di waktu yang tepat misalnya ambil bagian untuk presentasi di depan management atau orang yang tepat atau waktu kasih masukan yang strategis. Inilah yang dinamakan personal branding. Orang akan ingat anda dengan cara anda berpresentasi, berargumen dan menyampaikan opini dari sebuah kebijakan atau analisa dari sebuah performance.
Klo niatnya berkontribusi lama kelamaan akan keliatan antara yang beneran support dan yang sekedar nampil doang dan orang yang hanya sekedar nampil lama kelamaan juga akan tersisih di dunia kerja.
“In the real world, the smartest people are often the ones who know how to navigate politics, not avoid it.” – Barack Obama
2. Gerbong yang tepat
Dua pertiga hidup kita dihabiskan di tempat kerja kita. Tempat kita bernaung mencari penghasilan dan nafkah untuk keluarga. Tempat ini dipenuhi beragam karakter orang. Rambut boleh sama hitam tapi isi kepala dan hati tidak ada yang tau. Semua orang bisa dijadikan partner kerja tapi tidak semua bisa dijadikan partner strategis. “Gerbong yang dibangun bersama orang yang tepat itu yang butuh waktu dan proses. Gerbong ini lah yang suatu saat bisa membantu peningkatan karir kita ke depan.”
Lebih tepatnya ngebangun circle atau gerbong itu sangat penting dimanapun kita bekerja. Semua orang ketawa bahkan mendekat ke kita apalagi kalau kita menempati posisi jabatan yang penting dan strategis.
Ingat, Politik kantor ini bukan ancaman tapi game yang bisa kita mainkan.
Terakhir, Kalau Stres dan Suntuk jangan lupa minum Kopi ya Kawan..Goodluck..

Komentar
Posting Komentar