Langsung ke konten utama

Uang Elektronik dan Perkembangannya Di Indonesia

“Sejak menjadi Driver Transportasi Online ini. Saya punya 3 kartu uang elektonik dari beberapa bank pak. Awalnya saya punya kartu dari Bank A, eh begitu mau saya lakuin top up.. tidak bisa. Padahal perangkatnya sudah ada, tetapi belum aktif..

Makanya untuk jaga-jaga saya beli kartu dari Bank lain. Apalagi setiap hari saya lewat tol. “
Obrolan yang saya dapat dari seorang transportasi online mengenai uang elektronik dan beberapa keluhan terkait perangkat untuk memfasilitasi top upnya.

Sebelum lebih jauh membahas uang elektronik ini. Yang perlu kita ketahui apa itu uang elektronik (e-money) ??

Uang elektronik merupakan alat pembayaran tanpa menggunakan fisik uang kartal dalam transaksinya.

Pada tanggal 14 agustus 2012, Bank Indonesia mencanangkan gerakan nasional non tunai (GNNT)/Cashless Society. Gerakan ini dibentuk untuk mengedukasi masyarakat agar semakin banyak menggunakan uang elektronik. Hal ini sejalan dengan penggunaan gadget yang semakin meningkat sehingga linier dengan penggunaan uang elektronik.

Gerakan ini memiliki beberapa tujuan sebagai berikut :
  1. Transaksi yang terjadi bisa tercatat oleh Bank sehingga pemerintah bisa mengetahui transaksi ekonomi yang terjadi dan bisa menjadi dasar bagi pemerintah untuk mengambil kebijakan ekonomi terkait apakah ekonomi sedang lesu atau tidak
  2. Mengurangi biaya (Cash Reduction) dalam pencetakan uang kartal bagi Bank Indonesia
  3. Mengurangi bahkan menghindari peredaran uang palsu. Hal ini disebabkan semua transaksi sudah dilakukan secara elektronis.

Jenis uang Elektronik
Untuk mendapatkan uang elektronik, sekarang ini sangat mudah. Baik Bank maupun non Bank sudah menerbitkan uang elektroniknya masing-masing. DI Indomaret, alfamart dan halte-halte busway menyediakan kartu perdana uang elektronik dan top up.

Berikut beberapa uang elektronik yang beredar di Indonesia :

NoBank PenerbitPerusahaanJenis Emoney
1Bank BRIBankBRIZZI
2Bank MandiriBankE-Money
3Bank BCABankFlazz
4Bank BNIBankTapCash
5Bank PermataBankBBM Money
6Bank CIMBBankRekening Ponsel
7Bank NobuBankNobu E-Money
8TelkomselNon BankT-Cash Tap
9Indosat OoredooNon BankDompetku
10XLNon BankTunaiku
11DokuNon BankDoku Wallet
12Skye Mobile MoneyNon BankSkye Card
13Bank DKIBankJack Card

Biaya Top Up
Baru-baru ini media ramai menginformasikan terkait uang elektronik terutama kebijakan dari Bank Indonesia yang menetapkan biaya top up uang elektronik dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 19/10/PADG 2017 tentang Gerbang Pembayaran Nasional (NPG).

Dalam aturan itu, skema transaksi isi ulang e-money dibagi menjadi dua dalam table berikut :
Tiering
Biaya Top Up
Bank Penerbit Kartu (On Us)Bank Penerbit Kartu Berbeda/Mitra(Off Us)
<200 RibuRp 0,-Max Rp 1.500,-
>200 RibuMax Rp 750,-Max Rp 1.500,-

Masyarakat banyak yang tidak setuju dengan kebijakan pengenaan biaya top up uang elektronik ini dan dianggap memberatkan mereka yang menggunakan uang elektronik ini. Di kota-kota besar seperti Jakarta. Penggunaan uang elektronik ini sudah seperti pulsa yang menjadi kebutuhan primer. Bayangkan saja, para pekerja di Jakarta lebih memilih menggunakan transportasi umum ketimbang menggunakan kendaraan pribadi untuk menghindari macet seperti kereta api, Gojek, Grab atau Transjakarta.

Dan pembayarannya menggunakan uang elektronik ini sehingga rata-rata para pemilik uang elektronik ini melakukan top up sebagai deposit dana.

Sebagai gambaran saja  bahwa jumlah uang elektronik di Indonesia yang beredar periode bulan Juli 2017 mencapai 69,45 juta atau naik 35 persen dibandingkan periode akhir 2016 yang tercatat 51,2 juta.

Mengutip dari kompas.com tanggal 18 oktober 2017 terkait jumlah transaksi dan frekuensi transaksi uang elektronik pada 4 bank buku IV di Indonesia disajikan berikut ;
Bank PenerbitJenis E-MoneyJumlah KartuNilai TransaksiFrekuensi
BCAFlazz13,5 juta600 miliar90 Juta Transaksi
Mandirie-money11 Juta3.8 Triliun352 Juta Transaksi
BRIBRIZI7.5 Juta300 miliar20 juta Transaksi
BNITapCash2 jutaN/AN/A

Melihat perkembangan penggunaan uang elektronik, hal ini bisa menjadi potensi yang besar dalam mensukseskan gerakan nasional non tunai yang sudah dicanankan oleh Bank Indonesia 5 tahun yang lalu dan Hal ini menjadi potensi yang harus dimanfaatkan sesuai dengan penggunaan gadget yang semakin meningkat, Perkembangan E-Commerce dan mobile payment yang juga meningkat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goal Karir : Politik kantor dan Kinerja kantor. Tidak ada salahnya Belajar Berpolitik Kantor

Boy : “Assalamu’alaikum bro. Kau mau ngapain setelah selesai kuliahmu ? Sebentar lagi kau itu wisuda dan harus mulai memikirkan masa depanmu “ Bro :“Wa alaikum salam, iya boy. Nggak jelas juga aku mau ngapain setelah selesai kuliah ini. Yang jelas aku mau berkarir dan bekerja di Perusahaan” Boy : Bah nggak jelas juga kau punya tujuan karir hahaha tapi ya udahlah itu pilihan hidupmu   Percakapan kedua anak muda diatas memang percakapan sederhana kedua Kawan akrab tapi ternyata bisa jadi mencerminkan bahwa masih ada anak – anak muda yang nggak punya goal karir. Iseng – iseng search di Google, apa itu Karir ??? hasil searchnya bahwa Karir itu adalah Perkembangan, kemajuan, dan rangkaian pekerjaan jabatan yang dicapai seseorang dalam kurun waktu tertentu, seiring berjalan dengan peningkatan keahlian dan tujuan hidup. Dari pengertian diatas, berarti berkarir itu harus ada perkembangan dan kemajuan.. Kemajuan apa aja ya ??? berbeda-beda persepsinya. Bisa jadi kenaikan Jabata...

Work Trip to Belitung (Bumi Laskar Pelangi)

(09 Juli 2019 sd 11 Juli 2019) Day 1 (09 Juli 2019) Waktu menunjukkan pukul 03:00 WIB, Cuaca pagi yang menyejukkan dengan Jadwal keberangkatan menuju Tanjung Pandan-Belitung pada Pukul 06.00 WIB. Kunjungan kali ini dalam rangka penilaian kelayakan kerjasama dengan Pihak Vendor terkait legalitas dan kesiapannya Baik infrastruktur maupun Sumber daya Manusia (SDM) untuk memastikan operasionalnya sudah berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati dalam Surat Perjanjian Kerja (SPK). Dengan tidur yang hanya 3 jam, Aku bergegas memesan Go Car dari Kosanku di Kalibata City menuju Bandara Soekarno Hatta. Lapar dan ngantuk menjadi pelengkap perjalananku menuju Bandara. Namun, 45 menit perjalanan tak terasa dilengkapi obrolan asik dengan Bapak Driver yang bercerita banyak mengenai kehidupan keluarga dan karirnya sehingga perjalanan ini menjadi beda dan ada suntikan motivasi pagi buatku. Obrolan mulai dari anaknya yang sedang mengikuti tahap tes masuk sekolah Dina...

“12 November : Happy Father Day”

Kalau bicara mengenai ayah, mungkin seorang lelaki yang garang dan kasar. Terkadang ketika marah, kadang keluar kata-kata berupa bentakan kepada anaknya. Tapi dialah sosok yang melindungi keluarganya dari ancaman manapun. Dari hasil keringatnyalah, anak-anaknya bisa menikmati pendidikan. Hari Ayah ini memang belum sepopuler hari ibu, tetapi peran ayah ini tidak bisa dianggap sebelah mata dalam memperjuangkan keluarganya. Ayah itu merupakan sosok yang selalu dirindukan oleh anak-anaknya. Ketika seorang ayah pulang dari berdagang atau pulang bekerja, sang anak berlari-lari mengejar sang ayah. Seorang sosok yang selalu dirindukan oleh anak-anaknya. Segelas teh manis hangat sudah melepas rasa lelahnya bekerja seharian demi mencari rezeki untuk keluarganya. Ayah merupakan sosok yang diidolakan bagi anak-anaknya. Begitu bangganya saat pembagian rapot dihadiri oleh ayah kita dan dengan bangganya kita menyebut “ itu bapakku”. Ayah merupakan idola ataupun panutan ...