Langsung ke konten utama

17 agustus 2017 : Indonesia Kerja Bersama


Merdeka” suatu ungkapan yang acapkali keluar ketika merayakan 17 agustusan…

Merayakan Hari kemerdekaan Negara Republik Indonesia tentu semua punya caranya masing-masing. HUT Ke 72 tahun ini mengusung slogan “Indonesia kerja bersama”.. maknanya sangat mendalam tetapi tentu secara garis besar maknanya itu “team work”. Untuk mencapai suatu tujuan perlu kerja tim bukan kerja individu.. there’s no superman but superteam.

“Merdeka.. Merdeka..Merdeka..”begitu yel-yel dengan pekik suara keras di hari upacara 17 agustus ini.

Hmm..Sudah 72 tahun rupanya. Kalau diibaratkan usia tersebut itu sudah setara dengan usia nenek saya di medan. Sudah banyak asam garam yang sudah dirasakan selama perjalanan hidup. Tetapi apakah selama 72 tahun itu kita sudah merdeka ???

Apa ya makna kemerdekaan itu sendiri ??? Kalau ditanya orang perorang, tentu masing-masing punya jawaban yang berbeda tentang makna kemerdekaan itu sendiri. Tapi tentu kita semua sepakat bahwa merdeka itu “kita,Bangsa Indonesia ini hidup dalam kondisi tidak terjajah dalam segala aspek baik aspek ekonomi, politik dan geografis. Kita bisa menjadi tuan di rumah kita sendiri, bisa menikmati hasil kekayaan dari bumi pertiwi kita ini.

Faktanya ??? ReThink again…

Era Gadget
Masih merindukan semangatnya menjelang 17 agustusan di masa sekolah dulu, remaja di sekitar lingkungan mulai  menyibukkan diri membentuk panitia 17 agustusan dan menyusun rundown acara yang akan dibuat, menghiasi lingkungan dengan kertas merah putih, lampu-lampu kelap-kelip diatas jalan raya.

Mengikuti berbagai lomba seperti lomba makan kerupuk, lomba makan telur, lomba menggambar, lomba balap karung, lomba lari gundu, dll menjadi kebahagian tertentu apalagi menjadi juara walaupun hanya lomba makan kerupuk.

Tapi sekarang, di era yang katanya semakin canggih, hal itu bukan lagi menjadi hal yang menarik. Anak-anak lebih sibuk dengan gadgetnya memainkan game ketimbang permainan yang melibatkan interaksi dengan orang lain. “bodo amat”. Itu yang ada di kepala anak-anak di era gadget ini.cmiiw…
Menjadikan anak-anak kurang peka terhadap lingkungan sekitar dan menjadi tidak care dengan kondisi sekitar.

Komitmen Bersama
Momen ini menjadi momen penting buat kita bersama mengembalikan “semangat yang pernah hilang”.. semakin lama era boleh semakin canggih tetapi tidak menghilangkan kebersamaan dalam lingkungan kita. Peran serta semua pihak sangat dibutuhkan dalam mengembalikan semangat “Indonesia kerja bersama” di lingkungan kita mulai dari warga sekitar, kepala lingkungan, pihak kelurahan hingga kecamatan sehingga kebiasaan gotong royong yang rutin dilaksanakan setiap bulan bisa kembali dilaksanakan.

Harapan terbesar terhadap HUT RI Ke 72 ini, semoga Bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat, dan lebih baik lagi dengan menjadi Tuan di negaranya sendiri.
Merdeka..   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Goal Karir : Politik kantor dan Kinerja kantor. Tidak ada salahnya Belajar Berpolitik Kantor

Boy : “Assalamu’alaikum bro. Kau mau ngapain setelah selesai kuliahmu ? Sebentar lagi kau itu wisuda dan harus mulai memikirkan masa depanmu “ Bro :“Wa alaikum salam, iya boy. Nggak jelas juga aku mau ngapain setelah selesai kuliah ini. Yang jelas aku mau berkarir dan bekerja di Perusahaan” Boy : Bah nggak jelas juga kau punya tujuan karir hahaha tapi ya udahlah itu pilihan hidupmu   Percakapan kedua anak muda diatas memang percakapan sederhana kedua Kawan akrab tapi ternyata bisa jadi mencerminkan bahwa masih ada anak – anak muda yang nggak punya goal karir. Iseng – iseng search di Google, apa itu Karir ??? hasil searchnya bahwa Karir itu adalah Perkembangan, kemajuan, dan rangkaian pekerjaan jabatan yang dicapai seseorang dalam kurun waktu tertentu, seiring berjalan dengan peningkatan keahlian dan tujuan hidup. Dari pengertian diatas, berarti berkarir itu harus ada perkembangan dan kemajuan.. Kemajuan apa aja ya ??? berbeda-beda persepsinya. Bisa jadi kenaikan Jabata...

Work Trip to Belitung (Bumi Laskar Pelangi)

(09 Juli 2019 sd 11 Juli 2019) Day 1 (09 Juli 2019) Waktu menunjukkan pukul 03:00 WIB, Cuaca pagi yang menyejukkan dengan Jadwal keberangkatan menuju Tanjung Pandan-Belitung pada Pukul 06.00 WIB. Kunjungan kali ini dalam rangka penilaian kelayakan kerjasama dengan Pihak Vendor terkait legalitas dan kesiapannya Baik infrastruktur maupun Sumber daya Manusia (SDM) untuk memastikan operasionalnya sudah berjalan sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati dalam Surat Perjanjian Kerja (SPK). Dengan tidur yang hanya 3 jam, Aku bergegas memesan Go Car dari Kosanku di Kalibata City menuju Bandara Soekarno Hatta. Lapar dan ngantuk menjadi pelengkap perjalananku menuju Bandara. Namun, 45 menit perjalanan tak terasa dilengkapi obrolan asik dengan Bapak Driver yang bercerita banyak mengenai kehidupan keluarga dan karirnya sehingga perjalanan ini menjadi beda dan ada suntikan motivasi pagi buatku. Obrolan mulai dari anaknya yang sedang mengikuti tahap tes masuk sekolah Dina...

“12 November : Happy Father Day”

Kalau bicara mengenai ayah, mungkin seorang lelaki yang garang dan kasar. Terkadang ketika marah, kadang keluar kata-kata berupa bentakan kepada anaknya. Tapi dialah sosok yang melindungi keluarganya dari ancaman manapun. Dari hasil keringatnyalah, anak-anaknya bisa menikmati pendidikan. Hari Ayah ini memang belum sepopuler hari ibu, tetapi peran ayah ini tidak bisa dianggap sebelah mata dalam memperjuangkan keluarganya. Ayah itu merupakan sosok yang selalu dirindukan oleh anak-anaknya. Ketika seorang ayah pulang dari berdagang atau pulang bekerja, sang anak berlari-lari mengejar sang ayah. Seorang sosok yang selalu dirindukan oleh anak-anaknya. Segelas teh manis hangat sudah melepas rasa lelahnya bekerja seharian demi mencari rezeki untuk keluarganya. Ayah merupakan sosok yang diidolakan bagi anak-anaknya. Begitu bangganya saat pembagian rapot dihadiri oleh ayah kita dan dengan bangganya kita menyebut “ itu bapakku”. Ayah merupakan idola ataupun panutan ...